Bisnis Itu Harus Menyenangkan

Dari beberapa seminar bisnis, sharing dengan pengusaha senior dan bahkan kejadian yang telah saya alami sendiri, judul diatas ‘Bisnis itu harus menyenangkan‘ adalah sesuatu yang dapat memberikan spirit luar biasa dalam berbisnis. Pak Purdie pernah mengatakan, dengan berbisnis beliau merasa bisa (maaf) orgasme. Om Bob Sadino mengatakan ‘mulai bisnis dari hal yang kamu suka‘. Dan banyak seminar-seminar bisnis dan buku-buku bisnis yang menyatakan bahwa bisnis paling indah adalah saat bisnis itu bisa menjadi hobi kita.

Untuk menjadi menyenangkan, biasanya bisnis ini bukan bisnis yang sekedar ikut-ikutan atau karena trend permintaan pasar. Tapi bisnis ini dimulai benar-benar dari ide orisinal yang kadang malah tidak memperhitungkan untung ruginya.

Yvon Chounihard adalah seorang pengusaha yang mempunyai hobi panjat tebing. Memulai bisnis pada tahun 1957 saat ia berusia 18 tahun. Karena hobi panjat tebingnya tersebut, ia berhasil membuat piton (paku metal yang dipaku pada retakan batu untuk mengamankan pemanjat tebing) yang dapat menancap untuk pertama kalinya di dinding Yosemite Valley. Ia sama sekali tidak berpikir untuk membuat perusahaan besar saat itu.

Salah satu designnya yang terkenal adalah ‘Lost Arrow’ (sesuai nama puncak menara yang terkenal di Yosemite) segera menarik perhatian pemanjat lain dan menjadi alat standar pemanjatan di dinding besar. Dan karena makin banyak yang berminat dengan pitonnya ini, maka ia mulai menjualnya dari bagasi mobil dan tas punggungnya, kemanapun ia memanjat. Ia lalu memformalkan bisnisnya dan membuat katalog untuk produk-produknya. Yang unik, dalam brosurnya tertulis jelas bahwasannya pelanggan untuk tidak terlalu berharap mendapat pengiriman yang cepat saat musim panas, karena mungkin sekali Yvon Chounihard sedang di tempat tidur gantung di sisi tebing terjal, 2000 kaki diatas dasar lembah Yosemite Valley saat itu.

Bisnisnya tumbuh perlahan-lahan saat ia membawa lebih banyak uang tunai yang cukup untuk memanjat tebing dan membuat lebih banyak piton-piton. Ia membangun momentum selangkah demi selangkah, tidak pernah menjadikan bisnis itu menjadi hidupnya, tapi selalu menjaga bisnisnya itu sebagai sarana bagi hidupnya. Perusahaannya makin berkembang pesat, namun Yvon Chounihard masih tetap memanjat tebing sedikitnya enam bulan dalam satu tahun. Anggota tim nya pun juga tetap aktif memanjat tebing, hiking, ski dan berselancar. Itu semua mereka lakukan untuk “menguji” produk seperti yang mereka katakan.

Sekarang, Patagonia (nama perusahaan Yvon Chounihard) menjadi merk yang sangat terkenal untuk perlengkapan panjat tebing. Walau demikian, Chounihard terus memelihara gairahnya pada kegiatan di luar rumah. Hingga usia 60an dia masih aktif berselancar dan memanjat tebing di berbagai belahan dunia.

Contoh lain yang menarik adalah bisnis yang dimiliki oleh Alan Budikusuma dan Susy Susanti, peraih medali emas dalam cabang bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992. Karena hobinya bermain bulu tangkis, keduanya pun menekuni bisnis alat-alat perlengkapan olahraga dengan merk Astec. Produk raket dibuat di China dengan desain Alan, sedangkan kaus, sepatu dan celana dibuat di Tangerang. Berawal dari ‘kesenangan’, kini mereka telah mengembangkan produk-produknya untuk squash, tenis meja, sepak bola dan basket. Dan pasarnya kini telah merambah ke beberapa negara di Asia dan Eropa.

Kedua contoh pengusaha diatas (yang kebetulan sama-sama dari bidang olahraga) membuktikan bahwa bisnis bisa menjadi sangat besar kalau pemiliknya sangat antusias dan bergairah sehingga bisa menjadikan kegiatan bisnis sebagai hobi (bukan hanya hobi yang bisa menjadi bisnis).

Kalau anda sekarang sedang lesu, kurang gairah dan tidak antusias lagi dalam menjalankan bisnis yang sekarang anda geluti, mungkin saja anda belum bisa menjadikan bisnis anda tersebut sebagai suatu hal yang menyenangkan, benar?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *