Catatan ringan seputar bisnis, traveling dan komunitas

Menu & Search

Tanpa Senjata

Ternyata memang banyak sekali para pengusaha pemula yang akhirnya tidak jadi melanjutkan niatnya membuka bisnis gara-gara tidak ada modal uang. Bayangkan, masih sekedar ‘niat’ saja sudah harus dibatalkan. Padahal kalau dirunut lagi, modal ‘uang’ hanyalah salah satu dari modal yg memang harus disiapkan dalam memulai sebuah bisnis, tapi bukan modal yang terpenting. Tulisan kali ini mungkin bisa membantu meningkatkan motivasi anda dalam memulai┬ábisnis baru anda meskipun dengan modal uang yang pas-pasan.

Kalau anda takut memulai bisnis karena tidak memiliki modal uang yang banyak (ini yg biasa dijadikan alasan klise semua orang yang takut memulai bisnis), mungkin anda harus mendengar salah satu ‘wejangan’ dari Kafi Kurnia, pakar Anti Marketing yang telah menulis banyak buku best seller. Dalam salah satu seminarnya beberapa tahun yang lalu, ada satu pemikiran beliau yang saya cermati. Menurutnya, petarung yang sangat berbahaya justru bukan petarung yang membawa senjata sebagai alat bela dirinya. Tapi justru petarung yang tanpa senjata.

Menurut Kafi, petarung yang menggunakan senjata justru ‘hanya’ akan fokus pada senjatanya. Sebaliknya, petarung yang tanpa senjata tidak akan fokus pada senjatanya dan justru bisa fleksibel karena bisa menggunakan tangan, kaki, sikut, dada dan bahkan kepalanya untuk ‘menyerang’ lawan-lawannya.

10 tahun yang lau, saat saya memulai bisnis pertama, hanya bermodal 600 ribu rupiah. Itupun dari setoran 4 orang teman yang sama-sama menanamkan modal masing-masing 150 ribu. Bisa dikatakan saat itu kami tidak memiliki ‘senjata’. Dan karena tidak berfokus pada senjata, kami bisa lebih fleksbel. Banyak sekali ide-ide kreatif yg bermunculan demi berhasilnya jualan komputer waktu itu.

Saat itu, untuk memenuhi rak etalase toko, kami memajang kardus sparepart komputer. Kardus motherboard, kardus CDROM, kardus Monitor kami pajang di etalase sehingga seolah-olah kami memiliki stok barang yang banyak, padahal semua kardus tersebut tidak ada isinya. Itupun kardus yang kami kumpulkan dari sisa-sisa pameran komputer.

Saat pengunjung mau membeli barang, kami menyampaikan bahwa barang yg ada dalam kardus itu sudah laku, dan menjanjikan jika user memang deal dengan harga kami, barang akan tersedia dalam minimal 4 jam lagi. Nah waktu 4 jam itulah yang kami gunakan untuk membeli barang pesanan pelanggan kami tersebut ke dealer langganan kami.

Ide lainnya, karena memang tidak memiliki senjata, maka kami berpromosi dengan media koran. Bukan iklan baris koran akan tetapi dengan cara titip memasukkan brosur ke dalam koran. Kebetulan di samping toko kami, adalah agen koran terbesar untuk beberapa kecamatan di sekitar wilayah penjualan kami. Dengan hanya modal Rp 10.000 saja kami bisa ‘mencetak’ brosur yang di-fotocopy sejumlah ┬▒1000 brosur (1 kertas A4 dibagi menjadi beberapa bagian), dan setiap subuh kami masukkan ke dalam lipatan koran yang kemudian diedarkan loper koran kemana-mana. Brosur kami menyebar dengan sangat efektif, dan hasilnya sangat bagus. Dalam bulan pertama kami sudah merasakan omset puluhan juta.

Sikap yang kurang bijak, kalau menurut filosofi ‘tanpa senjata’ tadi justru saat toko saya memasuki tahun ke 3. Saat modal berupa uang sudah lebih banyak, ide-ide pemasaran kreatif seperti pada saat kami tidak memiliki uang seperti di awal malah tidak ada lagi. Semua kegaiatan ‘berfokus’ pada ketersediaan uang. Dan hal ini ternyata ‘kurang sehat’ bagi perkembangan bisnis toko komputer kami, hingga memasuki usia tahun ke 4, toko tersebut harus saya jual.

Inti dari cerita diatas, kalau anda saat ini ingin memulai bisnis tapi tidak memiliki modal uang yang banyak, jangan buru-buru berkecil hati. Gunakan cara-cara kreatif untuk membesarkan bisnis anda meski dengan modal apa adanya.

Salah seorang teman saya berhasil membuat bisnis warnet dengan tanpa modal. Caranya, dia menawarkan proposal kerjasama kepada investor. Dia sebagai pengelola dan investor sebagai penyandang dana. Hasil keuntungannya dibagi menurut perjanjian yang telah disepakati.

Cerita seorang teman lain yang memulai bisnisnya dengan modal pas-pasan, namun karena prospek usahanya bagus, dia mendapat modal tambahan dari perusahaan ventura hingga perusahaanya sekarang sangat besar sekali.

Nah, kalau anda ingin memulai bisnis namun memiliki modal yang pas-pasan sebaiknya lebih anda syukuri, karena anda lebih fleksibel dalam mengoptimalkan segala sumberdaya yang anda miliki.

Tidak usah takut menyerang dengan ‘tangan kosong’, karena bukankah dalam setiap latihan bela diri, pada level-level pertama selalu diajarkan jurus tanpa menggunakan senjata? Kalau sudah mahir dan lulus tes berikutnya baru anda belajar bermain dengan senjata.

Mari segera mulai berbisnis!

Related article
Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Berbagi pengalaman membuat campaign donasi yg efektif untuk kegiatan sosial.…

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Salah satu yg membuat perusahaan2 Jepang bisa bertahan lama hingga…

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Belajar memiliki “sense of crisis” itu ternyata mahal banget ya…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search