Lagi scrolling, tiba-tiba muncul potongan video tentang membangun bisnis. Lupa siapa yang bicara, tapi inti pesannya kurang lebih begini. “Jangan merancang bisnis untuk sukses. Rancanglah agar bisnis itu memenuhi kebutuhanmu.” Lalu ada pertanyaan menarik, sebenarnya apa yang kita butuhkan dalam hidup? Uang miliaran, atau cukup punya hubungan yang baik, hidup tenang, dan tinggal di tempat yang kita sukai?
Eh, bener juga ya. Setelah puluhan tahun membangun bisnis, pertanyaan seperti ini justru terasa makin relevan. Apalagi sekarang, di situasi yang sering disebut orang “in this economy”, ketika mempertahankan bisnis saja kadang sudah menjadi tantangan tersendiri.
Selama ini kita terbiasa mengukur keberhasilan dari pertumbuhan. Omzet naik, perusahaan membesar, karyawan bertambah, ekspansi ke mana-mana. Tapi jarang berhenti sebentar untuk bertanya, apakah semua pertumbuhan itu benar-benar membawa kita lebih dekat dengan kehidupan yang kita inginkan?
Tentu bisnis tetap harus sehat, menghasilkan keuntungan, dan mampu menghidupi orang-orang yang bergantung padanya. Ambisi untuk berkembang juga tidak salah. Hanya saja, semakin besar bisnis, semakin besar pula tanggung jawab, kompleksitas, dan sering kali waktu hidup yang harus kita berikan.
Setelah puluhan tahun membangun bisnis, pertanyaannya mungkin mulai bergeser. Dari “Seberapa besar lagi bisnis ini bisa tumbuh?” menjadi “Kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin kita bangun melalui bisnis ini?” Apalagi ukuran cukup itu sendiri sering berubah. Dulu merasa cukup kalau mencapai angka tertentu, begitu tercapai, muncul lagi angka berikutnya.
Jadi ingat seorang ibu penjual tahu di tepi jalan yang pernah saya tanya waktu itu. Kenapa jualannya hanya pagi hari, itu pun sampai jam 9 saja? Beliau bilang, hasil jualannya sudah cukup untuk makan hari itu. Kalau untuk besok, ya biarlah dipikirkan besok.