Jensen Huang dan Kesabaran yang Mahal

CUDA Dibangun Bertahun-tahun Sebelum Ada yang Membutuhkannya Saya baru selesai baca satu bagian dari buku The Thinking Machine karya Stephen Witt, tentang Jensen Huang dan Nvidia. Buku ini tebal, isinya banyak. Soal gaya kepemimpinan yang keras, soal Jensen yang minta laporan lima hal terpenting dari karyawannya setiap minggu, soal organisasi yang sengaja dibuat datar supaya informasi nggak… Continue reading →

Ketika Merek Berani Mengaku Salah

Namanya pratfall effect. Istilah psikologi yang menjelaskan kenapa sebuah merek justru jadi lebih dipercaya saat menunjukkan cacatnya. Bukan saat pamer prestasi. Bukan saat klaim sempurna. Justru saat mengaku tidak bisa, saat menunjukkan luka, saat berhenti berpura-pura. Merek yang terlalu rapi, terlalu wangi, terlalu tanpa cela, justru dicurigai. Konsumen sekarang lebih tajam dari yang kita kira…. Continue reading →

Runtuhnya Era Arogansi di Industri Luxury

Ada satu hal yang bergeser pelan-pelan di dunia barang mewah. Dulu rumusnya sederhana. Pasang harga setinggi mungkin. Buat toko yang terasa angker. Rilis kampanye dengan model bertatapan dingin. Semakin sebuah brand terlihat sulit dijangkau, semakin pasar menginginkannya. Orang rela menabung berbulan-bulan demi satu barang. Bahkan menggesek kartu sampai limit. Bukan karena butuh, tapi karena ingin… Continue reading →

6 Prinsip Fundamental Membangun Brand Mewah dari Nol 

Anatomi Brand Mewah: Mesin Senyap di Balik Harga yang Tak Masuk AkalPernahkah terlintas di pikiran kita, kenapa ada tas seukuran telapak tangan yang harganya setara mobil baru, dan orang-orang rela antre berbulan-bulan hanya untuk mendapat hak membelinya?Kebanyakan orang melihatnya sebagai kegilaan konsumen. Sebagian lagi melihatnya sebagai sekadar branding yang jago. Tapi kalau kita bongkar mesinnya—sama… Continue reading →

Ketika Taman Bermain Tidak Laku di China

Beberapa hari ini berada di China untuk bertemu dengan salah satu pabrikan amusement park terbesar di dunia. Di sela-sela diskusi, ada satu kalimat yang cukup menggelitik. “Amusement park di China sekarang tidak terlalu bagus. Persaingan hidup di sini terlalu ketat.” Awalnya terdengar aneh. Bukankah China adalah negara dengan populasi lebih dari satu miliar orang? Bukankah… Continue reading →

Perintis vs Pewaris

Sedang trend. Konten-konten yang membandingkan pengusaha pewaris dan perintis. Lucu-lucu. Sekaligus agak nyesek. Misalnya ini: Pewaris buka kedai kopi modal ayahnya 25 miliar. Sekalian beli asetnya. Katanya, biar kalau gagal… asetnya bisa dijual lagi. Untung. Omsetnya? 10–20 juta sehari. Cukup untuk bayar gaji barista dan beli mobil listrik baru. Perintis? Buka kedai kopi modal 500… Continue reading →

Mengapa Orang Membeli? Ini 6 Prinsip Psikologi Konsumen yang Harus Dipahami

Dalam dunia pemasaran, memahami psikologi konsumen adalah langkah strategis yang menentukan keberhasilan penjualan. Banyak keputusan pembelian terjadi bukan karena logika, tetapi karena dorongan psikologis. Berikut enam prinsip yang terbukti memengaruhi keputusan membeli. Menjual itu seperti menyeduh kopi. Biji yang sama bisa terasa sangat berbeda, tergantung bagaimana diseduh dan disajikan. Begitu juga dengan produk. Bukan semata… Continue reading →

Mengapa Brand Besar Tetap Beriklan?

Dalam dunia bisnis yang semakin padat, terlihat adalah hidup, tak terlihat adalah mati. Brand sebesar Nike, Apple, hingga McDonald’s tahu satu hal penting yang sering dilupakan oleh para pelaku usaha kecil: bahwa visibilitas adalah kunci utama menuju profitabilitas. Orang tidak akan membeli sesuatu yang mereka tidak kenal. Maka, menjadi dikenal adalah langkah pertama sebelum dipercaya,… Continue reading →

Trik Psikologi di Balik Harga Menu Resto

Ada kalanya kita duduk di sebuah restoran, membuka menu, dan langsung terpaku pada satu angka: item paling mahal di sana. Kita tidak akan memesannya, tentu saja. Tapi entah kenapa, hidangan di bawahnya—yang tetap mahal—tiba-tiba terasa “masuk akal”. Kita merasa bijak memilihnya, merasa menang. Tapi benarkah itu pilihan bebas? Inilah yang dalam psikologi perilaku disebut sebagai… Continue reading →