Catatan ringan seputar bisnis, traveling dan komunitas

Menu & Search

Besar Belum Tentu Kuat

Dulu saat pertama memulai bisnis dan rajin mengikuti suatu komunitas bisnis waktu itu, kami (terutama para pebisnis yang berusia muda) sering saling ‘panas-panasan‘ antar satu dengan yang lainnya tentang seputar bisnisnya. Pertanyaan klasik yang sering ditanyakan saat saling bertemu adalah ‘berapa sekarang jumlah karyawanmu atau┬áberapa jumlah cabangmu?“. Saat itu dalam mindset kami para pemula bisnis, bahwasannya semakin banyak karyawan dan cabang itu berarti bisnis kita pun makin besar dan makin sukseslah kita.

Sekarang, setelah menjalani bisnis beberapa tahun, kami semua menyadari bahwasannya pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan yang konyol. Lebih banyak karyawan dan cabang berarti kita sebagai owner akan lebih sering sakit kepala karena biaya operasional yang lebih tinggi. Makin banyak orang dalam perusahaan, makin rumit garis komandonya yang hasilnya adalah makin lambat pengambilan keputusan. Banyak sekali perusahaan yang ‘tampak’ besar namun ternyata seperti dinosaurus yang tinggal menunggu kepunahan. Bukannya gesit, perusahaan-perusahaan yang ‘tampak besar’ ini malah sering terjebak dalm belitan birokrasi yang dibuatnya sendiri.

Bukannya banyak karyawan dan banyak cabang itu dilarang, tapi pertanyaannya yang mungkin perlu diganti. Untuk mengetahui sebuah ukuran bisnis jangan ditanya berapa jumlah karyawan dan jumlah cabang, tapi tanyalah berapa ukuran penjualannya. Kalau boleh merunut lebih detil, tanyakanlah berapa dari hasil penjualan itu yang bisa dikonversi menjadi profit dan akhirnya menjadi cash bagi perusahaan kita.

Jadi, kalau sekarang ini bisnis anda masih kecil hanya dengan 2-5 karyawan saja jangan ikut-ikutan ‘panas‘ kalau anda ditanya teman lain seperti pertanyaan konyol diatas. Yang penting volume penjualan, profit dan cash anda tetap terus tumbuh.

Kecil itu ramping, dan kecil itu jitu. Kalau bisnis anda kelak sudah besar, sebisa mungkin bisnis anda harus tetap ramping. Jangan sampai jadi Dinosaurus …

 

Related article
Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Berbagi pengalaman membuat campaign donasi yg efektif untuk kegiatan sosial.…

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Salah satu yg membuat perusahaan2 Jepang bisa bertahan lama hingga…

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Belajar memiliki “sense of crisis” itu ternyata mahal banget ya…

Discussion about this post

  1. Rizka Maghfur says:

    wakwakwkawk sepakat mas…
    usaha saya belum pernah sebesar sampeyan tapi saya pernah mengalami kerugian karena nafsu memperbanyak cabang dan karyawan…
    he he he akhirnya biaya operasional membengkak dan emang sich ndak rugi cuma ndak untung juga ­čśŤ dapat capek tokkk
    semoga pengalaman ini dan nasehat pean di atas bisa mempercepat usaha saya untuk menjadi besar, amiinn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search