DeepSeek: Bukti Nyata Ambisi Cina Menjadi Raja AI Dunia

posted in
on
by

Cina lagi! Lagi-lagi Cina! Dunia otomotif masih diramaikan oleh mobil-mobil listrik Cina yang merajalela, kini giliran dunia kecerdasan buatan (AI) yang diserbu oleh inovasi dari Negeri Tirai Bambu. DeepSeek, sebuah startup AI asal Cina, baru-baru ini meluncurkan chatbot AI yang diklaim mampu menyaingi kemampuan model-model AI terkemuka seperti Gemini dan ChatGPT, tetapi dengan biaya dan sumber daya yang jauh lebih rendah. Sontak, kemunculan DeepSeek ini mengguncang pasar saham dan memicu perdebatan sengit tentang persaingan ekonomi dan geopolitik antara Amerika Serikat dan Cina dalam pengembangan teknologi AI. Bayangkan saja, DeepSeek bahkan berhasil menduduki peringkat pertama aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store Apple, mengalahkan ChatGPT!

DeepSeek didirikan pada tahun 2023 di Hangzhou, Cina, oleh Liang Wenfeng, seorang hedge fund manager kawakan. DeepSeek berfokus pada riset dan pengembangan model-model AI, terutama Large Language Model (LLM) yang menjadi fondasi bagi chatbot AI. Salah satu model AI DeepSeek yang paling mencuri perhatian adalah DeepSeek-R1, yang menunjukkan kemampuan “penalaran” tingkat lanjut. DeepSeek-R1 diklaim jauh lebih murah daripada model serupa yang dikembangkan oleh OpenAI. DeepSeek mengklaim bahwa model-model AI mereka dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih rendah dan menggunakan chip yang lebih sederhana daripada yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan AI di Amerika Serikat.

Kemampuan DeepSeek untuk mengembangkan model AI canggih dengan biaya dan sumber daya yang rendah tak lepas dari peran pemerintah Cina. Pemerintah Cina telah lama menjadikan AI sebagai prioritas nasional dan telah meluncurkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk mendukung pengembangan AI di negara tersebut.

Berikut beberapa langkah konkret pemerintah Cina dalam mendukung kemajuan AI:

  • Dukungan Finansial: Pemerintah Cina telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk penelitian dan pengembangan AI, baik di tingkat nasional maupun daerah. Dana ini disalurkan melalui berbagai mekanisme, termasuk hibah langsung, kemitraan publik-swasta, dan investasi dalam infrastruktur AI . Pemerintah Cina juga aktif mendukung startup AI melalui pendanaan ventura. Dalam dekade terakhir, dana ventura pemerintah Cina telah menginvestasikan 912 miliar dolar AS ke berbagai industri strategis, termasuk AI . Menariknya, dana ventura pemerintah ini tersebar secara geografis di seluruh Cina, bahkan di daerah-daerah yang kurang berkembang, sehingga dapat mendukung perusahaan-perusahaan berpotensi tinggi yang mungkin terlewatkan oleh investor swasta .   
  • Pengembangan Bakat: Pemerintah Cina juga aktif mendukung pengembangan tenaga kerja di bidang AI, termasuk melalui program pelatihan dan pendidikan. Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara universitas dan industri untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi.
  • Kebijakan dan Strategi Nasional: Pemerintah Cina telah merumuskan sejumlah kebijakan dan strategi nasional untuk memandu pengembangan AI. Salah satu yang paling penting adalah “Made in China 2025”, yang bertujuan untuk menjadikan Tiongkok sebagai pemimpin global dalam berbagai sektor teknologi, termasuk AI. Selain itu, ada juga “Next Generation Artificial Intelligence Development Plan” yang menetapkan tujuan ambisius untuk pengembangan AI di Tiongkok.
  • Pembentukan Zona Pengembangan AI: Pemerintah Cina telah membentuk zona pengembangan AI di berbagai kota, menyediakan insentif dan dukungan bagi perusahaan dan institusi penelitian AI. Zona-zona ini berfungsi sebagai hub inovasi dan kolaborasi, menarik investasi dan bakat dari seluruh dunia.
  • Dukungan Infrastruktur: Pemerintah Cina telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur AI, termasuk pusat data hyperscale dan jaringan komputasi awan. Infrastruktur ini menyediakan fondasi yang kuat bagi pengembangan dan penerapan AI di berbagai sektor.

Selain DeepSeek, beberapa perusahaan AI Cina lain yang mendapat dukungan pemerintah dan mencatat kemajuan pesat antara lain:

  • Baidu: Raksasa teknologi ini fokus pada pengembangan autonomous driving dan natural language processing(NLP) . Proyek Apollo milik Baidu adalah salah satu pemimpin global dalam teknologi self-driving .   
  • Alibaba: Perusahaan e-commerce raksasa ini mengembangkan algoritma e-commerce dan kemampuan komputasi awan berbasis AI . Teknologi pencitraan medis AI milik Tencent dan diagnostik berbasis AI milik Alibaba mentransformasi layanan kesehatan .   
  • Tencent: Perusahaan media sosial ini fokus pada pengembangan algoritma media sosial dan solusi kesehatan berbasis AI .   
  • Huawei: Perusahaan telekomunikasi ini mengembangkan chip AI dan infrastruktur telekomunikasi .   

DeepSeek hanyalah puncak gunung es dari kemajuan AI di Cina. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses ke data yang melimpah, dan budaya inovasi yang kuat, Cina siap menjadi kekuatan dominan dalam dunia AI. Keberhasilan DeepSeek menjadi tantangan serius bagi dominasi Amerika Serikat dalam bidang AI dan menandai babak baru dalam persaingan teknologi global.

Ebook SamDK

About The Author

SamDK

Bagi saya menulis merupakan bagian dari proses pembelajaran. Orang belajar biasanya akan membuat catatan-catatan bagi dirinya sendiri. Blog ini, sesungguhnya merupakan “catatan pribadi” yang kadang bersumber dari pengalaman pribadi atau sekedar meresume sebuah buku yang sedang dibaca agar tak lupa. Seperti quote favorit saya dari Ali bin Abi Thalib yang mengatakan “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *