Catatan ringan seputar bisnis, traveling dan komunitas

Menu & Search

Bisnis Harus Terus Berevolusi

Ternyata, asal mula pemikiran bisnis berawal sejak lama sekali. Tiga ribu tahun lalu, orang China mengembangkan kata ‘bisnis’ berdasar 2 simbol kuno yang berarti ‘kelahiran‘ dan ‘kehidupan‘, dan yang kedua adalah ‘arti‘. Sepertinya orang-orang China menyadari bahwa pertumbuhan, bertahan dengan tujuan jangka panjang, penting bagi kesuksesan sebuah bisnis.

Dalam pelatihan ‘Managerial Skill’ beberapa waktu lalu di jakarta, saya masih terngiang-ngiang hingga sekarang dengan pernyataan Bp Sudhamek, CEO Garuda Food. Beliau mengatakan bahwa¬†‘Sebuah perusahaan dibangun untuk terus hidup dan berkembang, meskipun pendirinya telah meninggal dunia’. Pandangan yang hampir sama dikatakan oleh Sandiaga Uno dalam acara Pesta Wirausaha 2010 yang juga saya hadiri kemarin. Beliau mengatakan¬†‘Sebuah perusahaan dibangun untuk terus tumbuh besar dan kemudian selanjutnya untuk menyejahterakan banyak orang’.

Dari pernyataan kedua tokoh enterpreneur diatas, ternyata sebuah bisnis harus melewati beberapa tahapan evolusi dimana pada masing-masing tahapan tersebut mempunyai karakteristik, tantangan dan kesempatan yang berbeda-beda. Dan celakanya, kebanyakan perusahaan tidak menyadari fase-fase pertumbuhan yang mereka lalui. Mereka merasakan kesulitan berkepanjangan tanpa menyadari apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya, sehingga mereka kehilangan kesempatan-kesempatan terbaik yang ditawarkan setiap fasenya.

Menurut Peter Fisk, tahapan-tahapan tersebut adalah :

1. Ciptakan
Tahapan ini merefleksikan lahirnya bisnis baru, dipacu oleh ambisi bisnis. Para pendiri mempertajam ide-ide mereka dan mendirikan bisnis tersebut. Fokusnya terutama di kreatifitas, sedangkan tantangan besarnya untuk melaju ke tahap berikutnya, termasuk pembiayaan.

2. Masuki
Adalah tentang menjalankan sebuah bisnis, meluncurkannya ke pasar, membangun kesadaran, memberikan pelayanan, dan menghasilkan pendapatan. Fokusnya adalah membangun. Dan tantangannya adalah mengevolusikan bisnis termasuk hasrat para pendiri yang gencar.

3. Stabilkan
Adalah berusaha untuk menghasilkan sedikit keteraturan bagi bisnis kecil, yang mungkin cukup kacau. Para pendiri mungkin tidak menyadari, tetapi yg lain sedang berjuang. Fokusnya adalah untuk konsolidasi. Dan tantangannya adalah untuk tumbuh termasuk belajar untuk memberdayakan orang-orang.

4. Ekspansi
Menandai fase kedua pertumbuhan yang cepat, memperluas bisnis dengan cara-cara baru, mengeluarkan produk-produk baru dan meningkatkan jangkauan pasar. Fokusnya adalah Inovasi. Dan tantangannya untuk maju sekarang adalah keengganan terhadap kontrol formal.

5. Optimalkan
Fokus kepada sumber daya di pasar, produk dan pelanggan yang paling penting. Ini juga berarti berhenti melakukan hal-hal yang lain. Fokusnya adalah prioritisasi. Dan tantangannya adalah birokrasi.

6. Perluas
kembali ke jalur inovasi, mencari lebih banyak cara-cara strategis untuk berinovasi dalam bisnis, mempertajam pasar dan model bisnis. Fokusnya adalah inovasi strategis. Dan tantangannya adalah ukuran, kekurangan kegesitan dan pikiran tunggal terhadap bisnis kecil.

7. Evolusi
Adalah sebuah alternatif kematian. Tidak ada batasan sejauh mana sebuah bisnis bisa berevolusi, seberapa tinggi ia bisa terbang. Fokusnya adalah memutuskan ke mana langkah berikutnya (menjual, merger, bubar atau terus berkembang menjadi domain-domain baru). Tantangannya dalam tahapan ini adalah pembatasan imajinasi orang-orang di dalam bisnis tersebut.

Kebanyakan perusahaan mati muda disebabkan mereka menjadi korban strategi yang salah dalam dunia yang terus berubah, atau tidak mampu berevolusi ketika mereka tumbuh.

Related article
Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Bagaimana cara membuat gerakan donasi yg efektif di kala pandemi ?

Berbagi pengalaman membuat campaign donasi yg efektif untuk kegiatan sosial.…

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Rahasia perusahaan-perusahaan berusia panjang

Salah satu yg membuat perusahaan2 Jepang bisa bertahan lama hingga…

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Sense of Crisis, pelajaran utama dari Pandemi Corona

Belajar memiliki “sense of crisis” itu ternyata mahal banget ya…

Discussion about this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Type your search keyword, and press enter to search